Imunisasi Anak 3 Tahun
imunisasi anak 3 tahun terbaru

Imunisasi Anak Usia 3 Tahun

imunisasi anak 3 tahun

Imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Pada usia 3 tahun, anak sudah direkomendasikan untuk mendapatkan beberapa jenis imunisasi untuk melengkapi perlindungan yang telah diberikan sebelumnya.

Jenis-jenis imunisasi yang dianjurkan untuk anak usia 3 tahun antara lain:

Jadwal Imunisasi Anak Usia 3 Tahun

Usia Jenis Imunisasi
3 tahun DTaP (Difteri, Tetanus, Pertusis)
3 tahun Polio
3 tahun MMR (Campak, Gondongan, Rubella)
3 tahun HiB (Haemophilus influenzae tipe b)

Pentingnya Imunisasi

Imunisasi pada anak usia 3 tahun sangat penting karena:

  • Melindungi anak dari penyakit serius yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti difteri, tetanus, pertusis, polio, campak, gondongan, rubella, dan Haemophilus influenzae tipe b.
  • Membantu membangun kekebalan kelompok, yang melindungi anak-anak yang tidak dapat divaksinasi karena alasan medis.
  • Mengurangi risiko komplikasi serius, seperti kerusakan otak, kelumpuhan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Vaksin yang Diberikan pada Imunisasi Anak 3 Tahun

imunisasi anak 3 tahun terbaru

Imunisasi anak merupakan langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang dapat mengancam kesehatan mereka. Pada usia 3 tahun, anak-anak akan menerima beberapa jenis vaksin sebagai bagian dari program imunisasi nasional.

Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang diberikan pada imunisasi anak usia 3 tahun:

Vaksin Polio

  • Melindungi anak dari virus polio, yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • Diberikan melalui suntikan.
  • Efektif mencegah polio hingga 99%.

Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

  • Melindungi anak dari tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
  • Diberikan melalui suntikan.
  • Efektif mencegah difteri hingga 95%, pertusis hingga 85%, dan tetanus hingga 100%.

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

  • Melindungi anak dari campak, gondongan, dan rubella.
  • Diberikan melalui suntikan.
  • Efektif mencegah campak hingga 97%, gondongan hingga 88%, dan rubella hingga 97%.

Vaksin HiB (Haemophilus influenzae tipe b)

  • Melindungi anak dari bakteri Haemophilus influenzae tipe b, yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia.
  • Diberikan melalui suntikan.
  • Efektif mencegah penyakit akibat bakteri HiB hingga 95%.

Persiapan Sebelum Imunisasi Anak 3 Tahun

imunisasi anak 3 tahun terbaru

Sebelum membawa anak usia 3 tahun untuk imunisasi, penting untuk melakukan beberapa persiapan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran prosesnya.

Makanan dan Minuman

  • Beri anak makan ringan sebelum imunisasi untuk mencegah rasa lapar atau mual.
  • Hindari memberikan makanan berat atau minuman bergula dalam jumlah banyak karena dapat memperburuk efek samping imunisasi.

Aktivitas

  • Hindari aktivitas berat atau melelahkan sebelum imunisasi karena dapat membuat anak lebih sensitif terhadap efek samping.
  • Bawa mainan atau buku untuk menghibur anak selama proses imunisasi.

Mengatasi Kecemasan

  • Jelaskan kepada anak tentang imunisasi dengan bahasa yang mudah dimengerti.
  • Tetap tenang dan berikan dukungan kepada anak selama proses imunisasi.
  • Beri hadiah kecil sebagai penghargaan setelah imunisasi untuk meredakan kecemasan.

Perawatan Setelah Imunisasi Anak 3 Tahun

Setelah menerima imunisasi, anak usia 3 tahun mungkin mengalami beberapa reaksi ringan seperti demam, nyeri, atau kemerahan di tempat suntikan. Perawatan yang tepat dapat membantu meredakan ketidaknyamanan dan mempercepat pemulihan anak.

Pemberian Obat Penurun Demam dan Pereda Nyeri

Jika anak mengalami demam setelah imunisasi, dapat diberikan obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan. Obat ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh dan meredakan nyeri.

Konsultasi dengan Dokter

Konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami gejala berikut setelah imunisasi:

* Demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah 24 jam
* Muntah atau diare yang berlangsung lebih dari 24 jam
* Ruam atau pembengkakan yang parah di tempat suntikan
* Perubahan perilaku yang tidak biasa, seperti menjadi sangat mengantuk atau mudah tersinggung

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0

TOP

X